Senin, 18 Mei 2009

CR 7's Problem

Performa CR 7 bersama timnas Portugal berbeda sangat jauh dibandingkan dengan performanya bersama MU. Ketika membela MU, dia begitu perkasa.tetapi ketika membela negaranya sendiri, dia seperti kehilangan rohnya sebagai pemain hebat. Yang akhir-akhir ini menjadi sorotan adalah penampilannya bersama Seleccao di Pra Piala Dunia 2010. Dari 5 laga, dia hanya mampu mempersembahkan 1 kemenangan. Ironisnya, dia belum mampu menyumbang 1 gol pun. Sungguh kontras dengan performanya bersama MU bukan?

Menurut saya, faktor-faktor yang mempengaruhi masalah tersebut adalah:
1. Kelelahan

Musim ini mungkin menjadi musim yang berat bagi MU karena MU melakoni 5 ajang yang berbeda. Ini bisa berpengaruh terhadap kondisi fisik Ronaldo, apalagi dia adalah pemain inti.

2.Arrogant

CR 7 identik dengan gaya yang arrogant. Mungkin karena dia mremehkan lawan, sehingga bisa berakibat fatal. Apalagi saat ini dia menjabatsebagai kapten timnas Portugal. Biasanya seorang kaptenlah yang menjadi panutan pemain lain.

Mungkin juga faktor uang. Merasa klub yang menjadi sumber penghasilannya, Ronaldo sangat mati-matian ketika membela MU.

3.Dukungan pemain lain



Cristiano Ronaldo Pictures, Images and Photos



MU memang tim yang solid. CR 7 bisa menemukan reka-rekan yang sangat mendukung performanya. Kekompakan sangat terlihat di tubuh MU. Tetapi berbeda di Seleccao yang tentunya berbeda dengan kesolidan di tubuh MU. Saat brmain untuk timnas Portugal, Ronaldo seolah bukan apa-apa tanpa MU.

Patut terus diamati aksi Ronaldo. Sebagai pemain terbaik Eropa dan FIFA, harapan fans Portugal sangat besar di pundaknya untuk membantu Portugal merengkuh prestasi. Mampukah dia?

Let's wait and see!


(Tulisan ini aku persembahkan spesial untuk temen2 GP SMANEKA, khususnya yang suka CR 7 yakni Alfan, Yusi, Hardik, Khasan, Galih, dll. Aku ucapkan terimakasih ke kalian semua cz bisa jadi temen yang baik buatku selama di SMA)

Nomor Kostum dan Sponsor

Penggunaan nomor kostum yang tetap dalam sebuah tim pertama kali resmi dipergunakan pada Piala Dunia 1954 di Swiss. Ketika itu, FOFA mewajibkan seluruh pemain tim peserta menggunakan nomor kostum. Sejak saat itu, nomor resmi digunakan untuk klib maupun timnas. Adapun penggunaannya masih kaku. Nomor 1 sampai 11 hanya boleh dipergunakan oleh tim inti.
Piala Eropa 1992 de Swedia menjadi kali pertama penggunaan nama di kostum pemain, bebarengan nomor di dada. Sementara, pencantuman nama di kostum klub profesional merupakan baian dari terobosan yang dilakukan Premier League. Pada 1993, FA membebaskan tim-tim yang bertanding untuk tidak terpaku pada pola 1-11 untuk tim inti.
Disarikan dari beberapa sumber, Penarol adalah klub pertama yang menjalin kerjasama dengan sponsor. Klub asal Uruguay itu melakukannya pada 1950-an.
Sejatinya, sponsor dan klub merupakan simbiosis mutualisme. Sponsor memberikan sokongan dari segi finansial untuk klub yang bisa digunakan untuk biaya operasional maupun transfer. Sementara sponsor mendapatkan nilai promosi dari penempatan logo perusahaan di dada para pemain.
Tapi, ada beberapa kejadian simbiosis itu berjalan macet. Salah satunya adalah kerja sama Northern Rock dengan Newcastle United. Lantaran institusi keuangan itu sudah mlekat dengan Sunderland salah satu rival derby Newcastle, munculnya nama Northern Rock di kostum Newcastle menimbulkan penurunan konsumen di kota Sunderland.

DIKUTIP DARI TABLOID SOCCER

Buah dari Sebuah Fanatisme

Sah-sah saja kita menyukai sesuatu. Tetapi apa akibatnya jika kita menyukai sesuatu terlalu berlebihan dan menjadi fanatik? Akibatnya bisa fatal. Seperti yang terjadi setelah pertandingan Arsenal vs MU di semifinal Liga Champions kemarin. Tak bisa menerima kekalahan Arsenal, seorang suporter asal Kenya nekat bunuh diri. Ironisnya, dia mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan kostum Arsenal untuk menhikat lehernya. Sungguh fanatisme yang berlebihan bukan?!
Jika kita bisa berpikir jernih, kejadian seperti itu mungkin tak akan terjadi. Seharusnya kita menjadi fan sebuah klub sepak bola harus tau batas-batas kita mendukung klub tersebut. Jangan sampai kita berbuat sesuatu yang merugikan diri kita. Toh, klub yang kita dukung tersebut belum tentu peduli dan menjamin masa depan kita. Jika kita mati, siapa yang rugi?! Siapa yang sedih?! Pikirkanlah bahwa jalan hidup kita masih panjang dan orang-orang di sekitar kita masih membutuhkan kita.
Mungkin saat ini yang sering terjadi adalah ‘perang’ antara supporter klub. Dan yak jarang juga menjurus ke arah anarkis. Hubungan yang awalnya baik-baik saja berubah menjadi permusuhan. Sungguh bahaya bukan?! Tak jauh-jauh, antar orang Indonesia pun saling berselisih yang ujung-ujungnya anarkis. Misalnya ‘perang’ antara supporter Persija dengan supporter Persipura atau antara Milanisti dengan Interisti. Sebenarnya sungguh sepele bukan?! Jadikan saja sepak bola sebagai hiburan untuk melepas penat kita dalam beraktivitas sehari-hari.

Tak Jodoh dengan Rosetti

Tulisan ini mungkin lelah condong untuk desibut curhat bagi saya. Mengapa saya menulis judul seperti di atas? Karena saya merasa dalam 1 tahun terakhir, tim favorit saya selalu kalah jika dipimpin oleh Rosetti. Saya menulis tulisan ini tidak bertujuan untuk menyalahkan kepemimpinannya. Semua orang tau dan tak meragukan wasit terbaik Eropa ini. Saya hanya heran, kenapa tim favorit saya selalu kalah jika dipimpin oleh Rosetti dalam 1 tahun terakhir. Apa hanya kebetulan?
Ada 3 partai yang akan saya tunjukkan. Mungkin sebenarnya belum tentu tim favorit saya selalu kalah jika dipimpin oleh Rosetti karena sebenarnya musim ini saya kurang begitu memperhatikan sepak bola karena sibuk persiapan UAN. Mungkin 3 partai itu kebetulan yang saya tahu.

Rosetti Pictures, Images and Photos


1.Jerman vs Spanyol di final Euro 2008.
Partai ini sangat membekas dalam ingatan saya. Tak terasa air mata menetes melihat kekalahan tim favorit saya, Der Panzer. Dan Rosettilah yang memimpin partai yang berakhir 1-0 untuk Spanyol berkat gol Fernando Torres ini.

2.Inter vs Milan, giornata ke-24 Serie A 2008/2009
Mungkin di laga ini saya agak tidak terima dengan kemenangan Inter karena gol Adriano menurut saya tidak sah. Argumen ini muncul mungkin karena saya Milanisti. Toh FIGC membebaskan Adriano dari hukuman. Laga ini juga dipimpin oleh Rosetti.

3.Arsenal vs MU, semifinal UCL 2008/2009
Saya masih belum percaya dengan hasil pertandingan ini. bermain di Emirates Stadium, Arsenal malah dipecundangi MU dengan skor 1-3 yang membuat Arsenal gagal melangkah ke final karena kalah agregat 1-4. Lagi-lagi, Rosettilah wasitnya.

Persamaan Finalis Liga Champions

Sungguh unik mengutak-atik serba-serbi finalis Liga Champions musim ini. Berikut ini persamaan semifinalis Liga Champions 2008/2009.

1.Appareal Nike


Yupz, appareal MU dan Barca sama-sama Nike. Ini bisa dibilang kesuksesan Nike yang berhasil menempatkan 2 wakilnya di final sehingga tercipta All Nike final dan bisa dipastikan appareal Nike berhasil menjuarai LC 2 kali berturut-berturut dalam 2 musim terakhir. Padahal dalam 6 musim terakhir, belum ada appareal yang berhasil juara LC 2 kali berturut-turut.


barcelona Pictures, Images and Photos


mu Pictures, Images and Photos


2. Satu kartu merah di semifinal

Di semifinal, pemain Barca yakni Erick Abidal terkena kartu merah. Begitupula Fletcher, pemain MU juga terkena kartu merah.

3.Juara liga masing-masing negara di hari yang sama

Ini mungkin yang masih hangat. Mereka juara di liga masing-masing secara bersamaan yakni pada tanggal 17 Mei 2009.

Itulah tadi persamaan finalis UCL musim ini.

1 hari, 3 party

Yupz, tanggal 17 Mei 2009 termasuk hari bahagia bagi MU, Inter, dan Barcelona. Karena apa? Mereka berhasil menjurai liga masing-masing. Tak bisa dibayangkan jika mereka adalah tetangga yang rumahnya berdekatan. Pasti akan terlihat pesta yang sangat besar karena mereka berhasil menjadi juara secara bersamaan.

mu Pictures, Images and Photos

barcelona Pictures, Images and Photos

Inter Milan Pictures, Images and Photos


MU berhasil menjadi juara BPL setelah ditahan imbang oleh Arsenal di pekan ke 37. dengan 87 poin, poin tersebut dipastikan tidak dapat dikejar oleh rival-rivalnya. Lain MU, lain pula Barcelona. Barcelona memastikan gelar ke 19 Liga BBVA setelah Real Madrid dikalahkan oleh Villareal di pekan ke-36. dengan 86 poin, dipastikan real Madrid tidak bisa mengejar poin Barcelona tersebut. Cara Inter mengunci gelar Serie-A musim ini mirip dengan yang dialami Barcelona. Inter berhasil menjadi juara setelah Milan dikalahkan Udinese di pekan ke-36. Dengan selisih 7 poin dengan Milan, poin Inter sudah tidak dapat dikejar lagi. Yang membuat Inter sudah tidak dapat dikejar lagi. Yang membuat Barcelona mirip Inter adalah gelar mereka seolah karena ‘bantuan’ rival bebuyutan mereka. Inter ‘dibantu’ Milan karena Milan kalah dari Udinese. Sedangkan Barcelona ‘dibantu’ Madrid yang kalah dari Villareal.